Vaksin Untuk Orang Dewasa yang Wajib Kamu Tahu

Vaksin tak hanya dibutuhkan oleh bayi dan anak kecil saja. Orang dewasa pun juga membutuhkannya, khususnya bila mereka lebih muda dari jadwal mereka sehingga imunisasi kamu tak lengkap. Beberapa vaksin waktu kecil juga wajib diulang atau dilakukan secara teratur untuk menjaga kekebalan tubuh. Berapa jadwal vaksin untuk orang dewasa? Dengarkan di bawah ini.

Berikut adalah jadwal untuk vaksin dewasa

1. Tetanus dan difteri

Pada dasarnya, tiap orang dewasa wajib dapatkan vaksinasi lengkap. Umumnya dapat diperoleh dengan tiga dosis utama vaksin difteri dan tetanus tetanus. Kedua dosis dapat diberikan setidaknya empat minggu terpisah, dan dosis ketiga diberikan enam hingga 12 bulan setelah dosis kedua.

Namun, bila orang dewasa tak pernah menerima tetanus dan difteri secara teratur, ia biasanya diberi seri utama dan diikuti oleh dosis pendorong tiap 10 tahun . Berapa banyak efek samping yang dapat didapat dari vaksin ini merupakan pembengkakan, memar disekitar suntikan, dan bahkan demam sesudahnya.

2. Pneumococcus

Vaksin pneumokokus adalah vaksin yang ditujukan untuk mencegah penyakit karena infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae atau lebih sering disebut sebagai infeksi pneumokokus.

CDC merekomendasikan 2 vaksin pneumokokus untuk segala orang dewasa berusia 65 tahun atau lebih, menderita penyakit kardiovaskular kronis, diabetes melitus, atau faktor risiko lainnya seperti penyakit paru-paru atau hati. kamu wajib menerima dosis PCV13 terlebih dahulu, dilanjutkan dengan dosis PPSV23, minimal 1 tahun kemudian. bila kamu telah menerima dosis PPSV23, dosis PCV13 wajib diberikan paling sedikit 1 tahun setelah menerima dosis PPSV23 terbaru. Namun, banyak dokter melaksanakan tembakan kedua 5 hingga 10 tahun setelah suntikan pertama.

Baca juga: Dampak yang Terjadi Saat Dewasa Apabila Anak Stres

3. Influenza

Vaksin influenza adalah salah satu vaksin dewasa wajib untuk orang berusia di atas 50 tahun, penduduk jangka panjang dan penduduk jangka panjang, kaum muda dengan penyakit jantung, paru-paru kronis, penyakit metabolik (seperti diabetes), gagal ginjal dan pasien HIV. Vaksin influenza terbagi menjadi dua, vaksin influeza aktif dan tak aktif, yang dimaksudkan untuk mencegah flu dan komplikasi lainnya yang dapat terjadi.

Idealnya, vaksin flu wajib diperoleh tiap tahun, khususnya sebelum memulai musim flu. Vaksin flu biasanya ditawarkan dari bulan September hingga pertengahan November tiap tahun .

4. Hepatitis A dan B

Orang dewasa umumnya memerlukan vaksin hepatitis A dan B bila mereka berisiko terkena penyakit ini. Namun, hal ini juga dapat dilakukan bila kamu hanya ingin melindungi kesehatannya. Vaksin hepatitis dapat dilakukan kapan saja. Vaksin Hepatitis A diberikan dalam 2 kali injeksi, 6 bulan terpisah. Sementara itu segala anak wajib mendapatkan dosis pertama vaksin hepatitis B saat lahir dan melengkapi seri vaksin pada umur 6-18 bulan. bila kamu belum pernah menerima vaksin B sebelumnya, kamu dapat mendapatkannya kapan saja .

Beberapa orang yang memiliki faktor risiko seperti tinggal di wilayah atau wilayah yang memiliki tingkat hepatitis tinggi, memiliki masalah hati, homoseksual, pengguna narkoba, wajiba melaksanakan vaksin. Dan vaksin untuk hepatitis A biasanya diberikan sebanyak 2 dosis, dengan kisaran 6 hingga 12 bulan.

5. Campak, Gondok dan Rubela (MMR)

segala orang diharuskan mendapatkan vaksin MMR, di setidaknya sekali dalam seumur hidup. Vaksin MMR biasanya didapat saat kecil. Tapi vaksin MMR juga sangat penting bagi orang dewasa yang lahir sebelum tahun 1957, atau tak pernah memilikinya saat masih kecil. kamu dapat mendapatkan vaksin ini kapan saja untuk pencegahan campak, gondong, dan rubella.

Beberapa orang dewasa yang berisiko terpapar MMR memerlukan 2 dosis (atau lebih), dilakukan dalam jangka waktu beberapa minggu.

6. Meningokok

Vaksin dewasa, wajib dan wajib diberikan kepada peziarah haji atau orang dewasa yang akan bepergian ke negara lain. Vaksin ini juga direkomendasikan untuk individu dengan imunitas kekebalan lemah, pasien asidosis anatomis dan fungsional, dan saat kamu bepergian ke negara dengan epidemi penyakit meningokokus, Afrika misalnya. Umumnya dokter akan menyarankan kamu mendapatkan vaksin ini tiap tiap 3 tahun bila kamu berisiko seperti yang dijelaskan di atas.

Tags

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.