Tes Sumsum Tulang Untuk Penderita Kanker Darah Leukimia

Kanker darah atau leukimia ialah kanker yang menyerang sel-sel darah, berbeda dengan kanker padat pada umumnya di mana sel kanker tumbuh di salah satu jaringan. Saat Anda dicurigai mengalami kanker darah, maka salah satu pemeriksaan yang harus dilakukan adalah tes sumsum tulang atau bone marrow puncture. Lalu seperti apa tes ini dilakukan? Apa saja risikonya? Seberapa penting bagi pasien kanker darah?

Apa itu bone marrow puncture alias tes sumsum tulang?

Tes sumsum tulang atau bone marrow puncture (BMP) adalah tes yang dilakukan untuk mengambil dan memeriksa sel darah yang ada di sumsum tulang. Sumsum tulang adalah tempat di mana sel darah terbentuk. Sehingga saat seseorang mengalami gejala yang dicurigai sebagai kanker darah atau gangguan sel darah lainnya, maka dokter akan memeriksa sel darah dari pabriknya langsung dengan melakukan tes sumsum tulang ini.

Sebenarnya, tak hanya pasien dengan kanker darah saja yang diminta untuk melakukan BMP, namun kondisi abnormal lain yang terjadi pada sel darah, seperti:

Namun, bagi pasien kanker darah, tes sumsum tulang (BMP) memiliki tujuan tersendiri yaitu:

  • Menegakkan diagnosis awal
  • Mengetahui stadium atau perkembangan kanker darah
  • Memonitor dan mengevaluasi keberhasilan dari pengobatan yang dilakukan.

Apa yang terjadi ketika tes sumsum tulang dilakukan?

Ada dua hal yang dilakukan ketika bone marrow puncture dilakukan, yaitu mengambil sampel sel sumsum dan sedikit tulang untuk diperiksa di laboratorium lebih lanjut. Pada orang dewasa, sampel akan di ambil dari tulang pelvis (panggul) atau tulang sternum (dada).

Sementara pada anak-anak, sumsum tulang yang diambil lebih sering berasal dari sumsum tulang belakangnya. Sampel akan diambil dengan menggunakan jarum khusus yang dapat menembus tulang. Prosedur ini tidak terlalu lama, hanya kurang lebih 60 menit.

Apakah saya akan merasakan sakit ketika menjalani pemeriksaan ini?

Anda tidak akan merasakan sakit ketika dilakukan BMP, sebab sebelum menjalani tindakan ini, Anda akan diberikan obat bius untuk menghilangkan rasa sakit. Namun, sebagian orang akan merasakan nyeri pada area tubuh yang diambil sampel sumsumnya, ketika mereka bangun dari obat bius.

Tetapi jangan cemas, dokter Anda akan memberikan obat penghilang rasa sakit jika nyeri yang Anda rasakan tidak tertahakan.

Risiko apa yang mungkin timbul akibat tes sumsum tulang?

Tes sumsum tulang belakang ini cenderung aman dan tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan. Namun, sama seperti tindakan medis lainnya, tes ini tetap mempunyai risiko seperti:

  • Perdarahan
  • Infeksi, sering terjadi pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Rasa sakit pada area tubuh yang dilakukan tindakan.
  • Bengkak dan merah pada area bekas tindakan
  • Demam

Bila mengalami hal-hal tersebut, lebih baik langsung beritahu tim medis yang menangani Anda agar kondisi Anda cepat pulih. Setelah melakukan bone marrow puncture, Anda hanya tinggal menunggu hasil yang biasanya akan keluar dalam beberapa hari kemudian.

Tags

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.