Ternyata Masturbasi Berlebihan Bisa Memicu Kebotakan

Ternyata Masturbasi Berlebihan Bisa Memicu Kebotakan – Bagi pria dewasa, kebutuhan seksual termasuk dalam hal yang cukup penting untuk dipenuhi. Sebenarnya, ada lelucon yang mengatakan bahwa kebutuhan seksual pria sama dengan kebutuhan minum dan makan. Karena alasan inilah pria dewasa wajib melakukan pernikahan untuk menyalurkan kebutuhan yang satu ini. Akan tetapi, bagi mereka yang belum mendapatkan jodoh kebutuhan seksual ini dapat disalurkan dengan masturbasi.

Bagi kebanyakan pria, masturbasi bisa menjadi pilihan yang jauh lebih aman dan tak membahayakan orang lain karena tak membuat mereka memiliki risiko tinggi. Bahkan terhindar dari penularan penyakit seksual yang berbahaya. Hanya saja, masturbasi masih sering dianggap sebagai hal tabu dan menjijikkan. Fakta dilapangannya, masturbasi juga bisa disebut membahayakan kesehatan pada pria. Misalnya, ada penelitian yang mengatakan bahwa pria yang menjalankan masturbasi dengan berlebihan itu bisa meningkatkan risiko kebotakan sejak dini. Bagaimana bisa?

Mengapa Masturbasi Berlebihan Dapat Memicu Kebotakan?

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di halaman kesehatan Boldsky, disebutkan bahwa masturbasi yang berlebihan sebenarnya bisa berdampak pada semakin banyak protein dan vitamin yang keluar dalam tubuh. Alhasil tubuh kekurangan nutrisi, folikel rambut tidak diberi nutrisi baik dan akhirnya lama kelamaan melemah dan menyebabkan masalah rambut rontok itu terjadi.

Alasan lain masturbasi berlebihan yang bisa memicu kebotakan kepada pria merupakan kemampuan kebiasaan buruk ini dalam menyebabkan perubahan hormon pembentukan testosteron menjadi DHT, hormon yang bisa memicu rambut rontok, kulit kepala berminyak, dan juga jerawat pada pria.

Dengan melihat fakta ini, ada baiknya pria lebih bijak dalam menyalurkan hasrat seksual yang terpenting jika melakukan masturbasi agar tidak melakukan dengan berlebihan, contohnya pasangan yang belum dimiliki sepenuhnya (Pacar, Tunangan, dll).

Tags

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.