Ketahui Perubahan Vagina Setelah Melahirkan

Ketahui Perubahan Vagina Setelah Melahirkan – Selama melahirkan normal, bayi akan melewati leher rahim dan keluar lewat vagina Anda, yang juga disebut jalur lahir. Bukaan vagina harus teregang untuk memungkinkan bayi melintas keluar.

Anda mungkin sering membayangkan bahwa setelah mengalami peregangan yang begitu hebat saat melahirkan, vagina Anda tidak akan terlihat sama seperti sedia kala. Anda bisa menghela napas lega. Karena, tidak seperti plastik segel yang rusak begitu dibuka, vagina adalah organ tubuh yang cukup fleksibel.

Cari tahu persis apa saja perubahan vagina yang mungkin terjadi pasca melahirkan, termasuk apakah ia akan kembali ke ukuran semula sebelum persalinan (dan jika Anda atau pasangan Anda mengetahuinya).

Perubahan vagina setelah melahirkan

1. Vagina mengendur

Salah satu kehebatan vagina adalah bahwa organ intim kewanitaan ini tidak hanya memiliiki elastisitas yang patut untuk dibanggakan, namun juga kemampuannya untuk pulih. Vagina adalah organ yang sangat elastis — dapat teregang hingga 10cm lebih lebar untuk memungkinkan bayi Anda lewat — dan kemudian kembali “mengerut”. Namun, vagina juga dikelilingi oleh sekelompok otot yang disebut otot dasar panggul dan otot ini dipengaruhi oleh kehamilan dan melahirkan.

Sejauh mana perubahan vagina bisa terpengaruh tergantung pada beberapa faktor termasuk ukuran bayi, berapa lama waktu yang dihabiskan untuk mendorong, apakah Anda memiliki persalinan yang dibantu forcep, dan bahkan gen Anda.

“Vagina Anda mungkin akan terlihat lebih kendur daripada sebelumnya,” ujar Dr Suzy Elneil, konsultan uroginekologi di University College Hospital, London, dilansir dari NHS. Akibatnya, vagina akan terasa lebih lemas, lunak, dan “lowong”. Vagina juga dapat terlihat dan terasa membengkak atau memar. Hal ini disebabkan oleh relaksasi dari otot dasar panggul. Otot-otot ini akan kehilangan kekuatan mereka setiap kali kelahiran sukses. Efek ini umumnya lebih jelas setelah kelahiran bayi besar.

Meski vagina mungkin tidak 100% bisa kembali ke keadaan pra-kelahiran, bengkak dan memar dapat mulai berkurang beberapa hari setelah bayi Anda lahir. Akan tetapi, tergantung pada seberapa luas bentangannya, bukaan vagina dapat kembali menyerupai mirip struktur aslinya seiring waktu dan jika Anda rutin melakukan senam Kegel. Untuk hasil terbaik, lakukan Kegel lima menit sehari, tiga kali sehari selama kehamilan dan setelah melahirkan. Senam kegel juga membantu mencegah inkontinensia urin di kemudian hari.

2. Anda mungkin butuh jahitan

Area vagina dapat terasa nyeri atau sakit segera setelah melahirkan. Sekitar 50% dari ibu baru akan memerlukan jahitan setelah melahirkan. Jangan khawatir ini tidak seburuk kedengarannya. Jika Anda tidak diberi epidural, Anda akan diberi bius lokal sementara bidan atau dokter kandungan menjahit sobekan episiotomi. Sobekan episiotomi maupun atau sobekan vaginal tingkat dua yang melibatkan kulit dan jaringan otot, biasanya membutuhkan waktu pemulihan sekitar 2-3 minggu. Beberapa wanita hanya merasakan nyeri ringan setelah seminggu, beberapa lainnya mungkin akan mengalaminya hingga satu bulan.

Benang jahit yang digunakan adalah benang jahit medis khusus yang lembut dan mudah larut, sehingga Anda tidak perlu melakukan prosedur pelepasan jahitan. Namun, Anda mungkin dapat merasakan keberadaan benang jahit tersebut, dan daerah luka jahitan dapat terasa lunak dan membengkak atau memar, meskipun hal ini bisa saja terjadi bahkan jika Anda tidak membutuhkan jahitan. Anda akan diberi obat penghilang rasa sakit setelah Anda melahirkan untuk membantu meringankan rasa sakit yang Anda rasakan.

Jika Anda menemukan kesulitan untuk buang air kecil setelah lahir karena jahitan, Anda dapat mencoba alirkan air hangat ke vulva atau buang air kecil di kamar mandi untuk mengencerkan asam dalam urin Anda.

3. Vagina terasa kering

Normal bagi vagina untuk terasa lebih kering dan kesat dari biasanya setelah melahirkan. Kadar estrogen yang tadinya tinggi selama Anda hamil akan menyusut setelah persalinan dan semakin menurun saat mulai menyusui; menyebabkan kekeringan vagina dan ketidaknyamanan saat berhubungan seks.

“Jika Anda merasakan kekeringan di vagina Anda, jangan khawatir. Hal ini akan memulih dengan sendirinya,” kata Dr Elneil, “Setelah Anda berhenti menyusui dan menstruasi Anda telah kembali, tingkat estrogen kembali ke kondisi sebelum melahirkan.”

Cara merawat kekeringan ini termasuk menggunakan lubrikasi saat melakukan hubungan seksual, yang tersedia di apotek maupun online; dan gunakan pelumas berbasis air yang dibarengi dengan dengan kondom lateks atau polyisoprene untuk mencegah risiko robek. Jika sudah mencoba pilihan ini, namun kekeringan terus berlanjut konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Lalu, muncul pertanyaan baru: “Akankah pasangan saya tahu tentang perubahan vagina saya? Dan, apakah ini mempengaruhi kehidupan seks kami?” Kecuali Anda mengalami trauma persalinan besar (seperti luka sobek derajat tiga atau empat yang mencapai bagian terluar vagina), ia tidak akan begitu menyadari perbedaannya.

Bagaimana kehidupan seks setelah melahirkan?

Adalah hal yang umum bagi seorang wanita yang baru menjalankan persalinan untuk merasa ogah-ogahan berhubungan seks dengan pasangan, daripada biasanya. Anda telah melalui proses persalinan yang begitu melelahkan, ditambah dengan mengurus kehadiran si bayi, dan Anda juga mungkin merasa khawatir seks akan terasa menyakitkan.

“Setelah bayi lahir, kadar estrogen menurun sehingga tubuh Anda dapat mulai memproduksi ASI, ” kata Dr Roger Marwood, juru bicara Royal College of Obstetricians dan Gynaecologists, dilansir dari Mother and Baby. “Kondisi ini dapat menyebabkan kekeringan vagina dan nyeri, dan libido rendah.”

Menariknya, kehidupan seks Anda lebih dipengaruhi oleh cara pemberian makan bayi Anda daripada metode melahirkan. Semakin lama Anda menyusui, semakin rendah kadar estrogen Anda, sehingga menurunkan libido Anda. Jadi, meski menyusui adalah momen menakjubkan untuk Anda dan bayi Anda, hal ini dapat berdampak pada kehidupan seks Anda dan pasangan.

Kapan bisa berhubungan seks lagi sesudah melahirkan?

Selain itu, melihat kenyerian vagina yang mungkin dirasakan pasca persalinan, banyak dokter dan bidan yang menyarankan para ibu baru untuk menunggu sekitar empat minggu setelah Anda melahirkan. Jelas tidak aman untuk berhubungan seks yang melibatkan penetrasi vagina sampai sekitar dua minggu setelah persalinan. Selama periode ini, Anda umumnya masih mengalami perdarahan dan berisiko untuk infeksi perdarahan atau pada rahim.

Jika Anda memiliki sobekan perineum atau episiotomi, Anda cenderung akan memiliki kelunakan di daerah intim Anda. Pada beberapa wanita, memar lunak ini akan sembuh relatif cepat. Yang lainnya mungkin mengalami ketidaknyamanan selama berbulan-bulan setelah melahirkan. Anda juga mungkin memiliki jaringan parut akibat jahitan yang membuat seks sedikit tidak nyaman pada awalnya. Jadi, dokter atau bidan Anda mungkin akan menyarankan Anda untuk menunggu sampai setelah kunjungan postpartum per enam minggu.

Untungnya, jaringan parut ini biasanya akan lebih memudar seiring waktu sehingga seks akan mulai berangsur normal. Kehidupan seks kebanyakan orang kembali normal setelah melahirkan. Jika Anda merasakan ketidaknyamanan yang sangat menyulitkan Anda, hingga tidak bisa berhubungan seks bahkan setelah enam sampai delapan minggu, bicarakan dengan dokter Anda untuk menentukan apakah proses penyembuhan persalinan berjalan dengan benar.

Tags

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.