Insomnia Dapat Memicu Keinginan Untuk Bunuh Diri

Insomnia Bisa Memicu Keinginan Untuk Bunuh Diri – Jumlah aktivitas yang perlu dijalani bisa membuat waktu tidur kamu terganggu. Akibatnya, kurang tidur bisa mempengaruhi produktivitas kamu keesokan harinya. Karena kurang tidur bisa membuat kamu mudah mengantuk, lelah, atau sulit berkonsentrasi. Sebenarnya, jika dibiarkan terus menerus, kurang tidur bisa mempengaruhi kesehatan fisik kamu, bahkan juga kesehatan mental kamu.

Penelitian yang diterbitkan di Journal of Clinical Psychiatry menyebutkan bahwa ada hubungan antara masalah tidur dan peningkatan pikiran untuk bunuh diri. Masalah tidur ini merupakan salah satu faktor pemicu timbulnya keinginan bunuh diri disamping penggunaan alkohol, depresi, atau narkoba.

Kenapa manusia wajib untuk tidur?

Tidur tak hanya karena kelelahan, tapi juga karena kebiasaan dan gaya hidup sesorang. Tidur bukan hanya aktivitas untuk menutup mata, tapi telah menjadi saatnya tubuh untuk beristirahat dan mengerjakan banyak proses seperti pengolahan, restorasi, dan penguatan memori.

Ketika kamu mendapatkan informasi dalam keadaan terjaga, informasi tersebut masuk ke otak dan disimpan dalam memori jangka pendek. Tapi ketika kamu tidur, potongan informasi akan ditransfer dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang. Prosesnya dikenal sebagai “konsolidasi”. Periset bahkan pernah menemukan bahwa setelah tidur, kamu cenderung menyimpan informasi dan mengerjakan retensi memori dengan lebih bagus.

Bagaimana insomnia bisa memicu keinginan bunuh diri?

Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa penderita insomnia memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk bunuh diri dibandingkan dengan orang yang tak memiliki masalah tidur. Sebuah studi remaja di tahun 2011 juga menemukan bahwa mereka yang memiliki masalah tidur pada umur 12 hingga 14 tahun dua kali lebih banyak memiliki pemikiran bunuh diri di masa remaja mereka.

Insomnia sering membuat orang merasa tak nyaman bahkan di malam hari. Pasa akhirnya, insomnia atau gangguan tidur bisa menjadi salah satu penyebab depresi.

Sebenarnya, insomnia juga bisa memperparah depresi karena orang-orang ini merasa tak bisa menemukan cara untuk pulih dari insomnia. Akibatnya, mereka menjadi berkecil hati dan merasa hidup mereka kacau karena terus mengalami insomnia dari satu malam ke malam lainnya. Dengan demikian, orang yang mengalami insomnia atau gangguan tidur lainnya cenderung mengalami depresi yang bisa memicu pikiran untuk bunuh diri.

Tips untuk menghindari insomnia

Jika kamu memiliki insomnia, berikut beberapa tips untuk mengalahkan insomnia yang dikutip dari WebMD:

  • Tidur dan bangun pada saat yang sama tiap hari
  • Kurangi kebiasaan merokok, minum alkohol dan kafein.
  • Jangan terlalu banyak tidur siang, karena hal itu bisa mempengaruhi waktu tidur malam kamu.
  • Berolahragalah secara teratur
  • Batasi aktivitas di tempat tidur, termasuk bermain telepon pintar di tempat tidur.
  • Jangan makan atau minum dekat waktu Tidur.
  • Jadikan lingkungan tidur kamu nyaman, termasuk suhu, pencahayaan, dan kebisingan.
  • Sediakan beberapa saat sebelum tidur memikirkan hal-hal yang kamu khawatirkan, yang mungkin mengganggu waktu tidur kamu.
  • Kurangi stres.
  • Pertimbangkan untuk berpartisipasi dalam terapi kognitif. Terapi kognitif bisa menolong beberapa orang dengan insomnia mengidentifikasi dan memperbaiki pikiran dan keyakinan yang tak tepat yang bisa menyebabkan insomnia.

Namun jikalau hal-hal ini tak menolong mengurangi insomnia kamu, maka kamu wajib segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Karena jikalau tidak, insomnia atau gangguan tidur bisa membuat kamu tertekan dan menyebabkan pikiran untuk bunuh diri.

Tags

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.