Inilah Perbedaan Garam Dapur Dengan Garam Meja

DataDokter.com – Jikalau kita melihat dari dekat, kita dapat menemukan beberapa ragam garam yang dapat kita gunakan untuk membuat masakan menjadi lebih lezat. Garam dapur dan garam meja adalah dua varian garam yang paling mudah didapat di pasaran. Lantas, apa perbedaan kedua jenis garam ini?

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa dalam hal nilai nutrisi, kandungan NaCl atau sodium klorida hadir dalam garam dan garam meja cenderung sama. Namun, yang membedakan kedua garam ini adalah proses pembuatannya

Garam dapur dibuat dengan proses yang cukup sederhana, tepatnya dengan penguapan air laut saja. Karena itulah garam ini disebut garam yang paling alami dan memiliki tekstur kasar. Sementara itu, garam meja berasal dari hasil penambangan yang biasanya berasal dari dalam tanah. Setelah itu, garam ini sepatutnya melalui beberapa proses rumit untuk menghilangkan berbagai kandungan mineral lainnya yang merekat. Berbagai proses yang membuat meja kerja memiliki tekstur yang cenderung lebih halus dan juga lebih mudah larut dalam air. Kita juga dapat menemukan garam meja yang diberi zat adiktif dan suplemen nutrisi lainnya sehingga tak mudah menggumpal dan menyerupai dapur asin

Baca juga: Ternyata Buah Salak Tidak Membuat Sembelit

Kehadiran zat aditif lainnya membuat asupan garam meja sepatutnya dibatasi dan tak melebihi 2300 mg tiap hari. Angka ini lebih besar dari 5 gram garam. Sayangnya, terkadang kita tak sadar mengkonsumsi lebih banyak asupan sodium dari pada batas aman ini, contohnya saat mengkonsumsi makanan yang diawetkan, makanan olahan, makanan cepat saji, perasa makanan, dan lain sebagainya. Jikalau ini terjadi, maka kita akan lebih berisiko terhadap hipertensi atau tekanan darah tinggi di kemudian hari.

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.