Efek Bagi Janin Jika Ibu Terkena Kanker Usus Besar

Kanker usus besar ialah salah satu dari 3 jenis kanker yang menyerang wanita, tetapi kanker ini jarang terjadi kepada ibu hamil. Jikapun benar muncul saat hamil bisa jadi sulit untuk mendeteksi keberadaan kanker usus besar saat Anda sedang hamil karena gejala kanker usus besar mirip dengan gejala kehamilan.

Jadi, jika Anda adalah ibu hamil, Anda harus mengetahui lebih banyak informasi tentang kanker usus besar saat hamil demi melindungi diri sendiri dan bayi Anda. Berikut ini adalah hal-hal yang bisa membantu Anda.

Tanda dan gejala kanker usus besar saat hamil

Seperti yang disebutkan di atas, gejala umum dari kanker kolorektal menyerupai gejala kehamilan. Ini termasuk perdarahan rektum, serta mual dan muntah. Selain itu, Anda bisa mengalami nyeri perut, sembelit, dan anemia. Oleh karena kemiripan di antara beberapa gejala kanker kolorektal dan kehamilan, kebanyakan kasus kanker usus besar didiagnosis di kemudian hari pada masa kehamilan akhir saat metastatis telah menyebar secara luas.

Bagaimana dokter mendiagnosis kanker uss besar saat hamil?

Kanker usus besar saat hamil merupakan suatu tantangan bagi para dokter diagnostik dan terapis karena masih belum ada panduan yang diterima secara umum terkait diagnosis atau pengobatan kanker ini. Selain itu, dokumen tentang kanker usus besar selama kehamilan termasuk langka.

Kanker usus besar saat hamil bisa didiagnosis dengan endoskopi, yang menawarkan intervensi radiologi atau bedah yang relatif aman. Endoskopi harus dilakukan jika Anda memiliki indikasi yang kuat dan harus ditunda ke trimester kedua bila memungkinan selama kehamilan.

Adakah risikonya bagi janin jika ibu punya kanker usus besar saat hamil?

Tidak ada bukti dan laporan bahwa kanker usus besar ibu akan mengikuti bayinya. Jadi, ada kemungkinan yang tinggi akan kelangsungan hidup janin dalam kehamilan. Namun, jika Anda memiliki kanker usus besar yang ganas, ini bisa berpengaruh pada kehamilan Anda.

Hanya ada 25 dari 32 bayi yang lahir dengan sehat dari kehamilan dengan komplikasi tumor usus besar. Maka dari itu, tidak ada indikasi janin untuk aborsi terapeutik. Kematian biasanya disebabkan oleh kelahiran mati, lahir prematur, atau keguguran.

Bagaimana mengobati kanker usus besar saat hamil?

Jika Anda didiagnosis dengan kanker usus besar saat hamil, Anda membutuhkan pengobatan multidisiplin yang melibatkan ahli kandungan, perinatologist, ahli bedah kolorektal, dan ahli onkologi radiasi dan medis untuk memastikan bahwa Anda akan diobati sedini mungkin. Anda harus menjalani operasi dengan aman sebelum minggu ke-20 usia kehamilan. Operasi dianjurkan untuk ditunda supaya mencapai usia kematangan janin setelah usia kehamilan tersebut.

Cara melahirkan tidak terpengaruh oleh kanker kecuali dokter menyarankan untuk operasi caesar akibat tumor distal yang menyumbat jalan lahir atau karsinoma dinding rektum anterior. Anda harus menjalani pemeriksaan plasenta yang seksama untuk metastatis.

Kemoterapi aman bagi Anda selama trimester kedua dan ketiga kehamilan, meksipun bayi Anda mungkin beresiko mengalami cacat pertumbuhan di dalam rahim dan prematuritas. Meskipun tidak ada bukti yang menunjukkan efek samping pengobatan pada trimester ketiga, kemungkinan efek neurokognitif dari kemoterapi tidak bisa dihiraukan sepenuhnya karena perkembangkan otak bayi Anda belum terpenuhi selama kehamilan atau bahkan di awal kehidupannya.

Kemoterapi bantuan dengan 5-fluorouracil (5-FU) bisa dianjurkan untuk Anda jika Anda berada di tumor stadium III, tetapi ingatlah untuk mendiskusikan dengan seksama resiko dan manfaatnya dengan dokter. Komplikasi paling berbahaya bisa terjadi jika Anda mendapatkan kemoterapi dari minggu ke-3 sampai ke-12 usia kehamilan. 5-FU dalam beberapa kasus telah dikaitkan dengan aborsi spontan serta kelahiran waktu normal selama trimester pertama.

Selain itu, radioterapi bantuan bisa digunakan dalam pengendalian kanker rektum. Terapi radiasi pada panggul tidak dianjurkan selama kehamilan karena potensi berbahaya bagi janin. Paparan radiasi pada janin harus diukur oleh dokter dalam setiap radiasi selama kehamilan. Radiasi panggul setelah persalinan bisa dipertimbangkan, tetapi harus didiskusikan dengan pasien karena ini bisa menyebabkan ketidaksuburan.

Tags

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.