Angka Harapan Hidup Penderita Diabetes Menurut WHO

DataDokter.com – Diabetes adalah penyakit kronis yang berlangsung seumur hidup dan tak dapat disembuhkan. Tetapi kebanyakan kasus penyakit kronis ini memiliki harapan hidup rendah, hal yang sama tak selalu terjadi pada pasien diabetes. Seberapa besar harapan hidup diabetes? Apa yang mempengaruhi harapan hidup penderitanya? Apakah harapan hidup diabetes dapat ditingkatkan?

Seberapa besar harapan hidup diabetes?

Hingga saat ini belum ada tolak ukur pasti seberapa besar angka harapan hidup diabetes. Pasalnya, dengan perawatan dan gaya hidup sehat yang berkualitas, gejala diabetes dapat dikontrol. Para ahli hanya menebak dan mengukurnya dari statistik kejadian diabetes

Menurut data WHO, ada sebanyak 422 juta orang dewasa yang menderita diabetes hingga tahun 2014 dan penyakit ini menyebabkan 1,5 juta orang meninggal dunia. 2012. Juga diketahui bahwa dari total angka kematian, sebanyak 43% orang meninggal sebelum berusia 70 tahun. Itu berarti diabetes telah mengklaim total 3,7 juta nyawa orang-orang umur subur dari seluruh dunia.

Sebuah studi di Kanada mengatakan bahwa seorang wanita berusia 55 tahun dengan diabetes akan kehilangan 6 tahun harapan hidup. Oleh karena itu, berbagai penelitian menunjukkan bahwa harapan hidup diabetes semestinya disertai oleh:

  1. Deteksi dini diabetes
  2. Pengobatan dan kontrol diabetes
  3. Kesadaran penderita diabetes

Menurut WHO, Indonesia menempati peringkat ke-4 di dunia yang memiliki tingkat kejadian diabetes tertinggi. Hampir 60% penderita diabetes di Indonesia bahkan tak sadar bahwa mereka menderita penyakit ini.

Ketidaktahuan adalah apa yang menyebabkan pengobatan terlambat dan dapat menurunkan harapan hidup diabetes. Karena kebanyakan dari mereka tak tahu apa yang mereka alami sehingga mereka terus menjalani gaya hidup yang tak sehat dan kadar gula darah menjadi tak terkendali. Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa sebagian besar penderita diabetes di Indonesia terlambat ke dokter saat mereka telah mengalami komplikasi.

Berikut adalah beberapa faktor risiko yang dapat menurunkan harapan hidup diabetes:

  • Memiliki lemak tubuh yang berlebihan
  • Mengaplikasikan Pola hidup yang buruk mengkonsumsi makanan dan minuman manis
  • Mengkonsumsi makanan tinggi lemak
  • Tak aktif dan cenderung menjalani gaya hidup tak berpindah-pindah (lazy motion) menjalankan kebiasaan buruk seperti merokok dan mengkonsumsi alkohol. Sebagian besar harapan hidup diabetes secara drastis menurun karena pasien memiliki penyakit jantung, serangan jantung, bahkan gagal jantung. American Heart Association menyatakan bahwa 68% penderita diabetes berusia di atas 65 meninggal karena penyakit jantung dan stroke, bukan karena diabetes.

Setelah mengetahui hal ini, kamu mungkin merasa cemas dan takut. Sebenarnya, harapan hidup diabetes dapat ditingkatkan

Kamu tak perlu khawatir apabila dapat mengurangi risiko komplikasi

Berikut adalah beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan harapan hidup kamu:

Memilih dan memakan makanan Makanan yang tepat
Bagi kamu yang menderita diabetes, maka kamu tak lagi diizinkan untuk mengkonsumsi makanan yang membuat kadar gula darah kamu melonjak tinggi, seperti gula, susu kental manis, madu, dan berbagai makanan manis lainnya.

Tetap aktif
Hindari berdiam diri saja di rumah. Biarkan tubuh kamu bergerak tiap hari. Paling tak berolahraga selama 30 menit per hari. tak perlu berolahraga keras, kamu dapat berkeliling atau berjalan-jalan di rumah tiap pagi, itu cukup.

Mengontrol berat badan
Tak hanya kadar gula darah yang semestinya kamu kontrol, tapi juga timbunan lemak dan lemak kamu semestinya memperhatikannya juga. Kehilangan 5-10% berat badan telah terbukti mengurangi risiko komplikasi diabetes

Terus memantau kadar gula darah
Hal yang paling penting, kamu semestinya memeriksa kadar gula darah kamu teratur, sehingga kamu tahu bahwa kamu aman dari risiko komplikasi. Hal ini dapat dilakukan dengan mendatangi dokter secara teratur.

Tags

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.