4 Ragam Penyakit Kulit Berbahaya dan Dapat Mematikan

DataDokter.comKulit adalah organ tubuh terbesar yang berfungsi sebagai penutup pelindung organ dalam dari bakteri yang menyebabkan infeksi bakteri, serta perubahan suhu ekstrim. Masalahnya, kulit juga rentan terhadap berbagai masalah. Beberapa ragam penyakit kulit relatif ringan, seperti panu, kurap. Tidak itu saja ternyata ada juga yang dapat mengancam nyawa. Apa saja penyakit kulit yang berbahaya? Inilah penjelasannya.

Ragam penyakit kulit berbahaya yang semestinya diwaspadai

1. Impetigo

Impetigo Adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri, luka melepuh atau luka terbuka pada kulit, sehingga terjadi kerak kuning atau coklat. Penyakit kulit ini dapat menular melalui kontak langsung antara kulit dan kulit atau dengan barang antara, seperti handuk, pakaian, atau peralatan makan yang telah terkontaminasi oleh bakteri.

Impetigo lebih sering terjadi pada Anak daripada orang dewasa. Interaksi fisik yang tinggi dengan teman sebaya di sekolah atau taman bermain membuat anak lebih sering menjadi korban impetigo. kalau tak diobati dengan benar, impetigo dapat menyebabkan komplikasi termasuk:

  • Selulitis, infeksi bakteri yang terjadi di lapisan kulit dalam
  • Glomerulonefritis, Infeksi Di dalam pembuluh darah kecil di ginjal
  • Sepsis, infeksi bakteri yang terjadi di dalam darah
  • Guttate psoriasis, kondisi ini sering terjadi setelah infeksi kulit
  • Demam Scarlet, Demam langka disertai ruam merah di sekujur tubuh

2. Melanoma

Kanker kulit melanoma adalah penyakit kulit berbahaya berbentuk kanker langka. Melanoma menyerang melanosit, sel pigmen kulit yang berfungsi sebagai penghasil melanin. Melanin inilah yang berfungsi menyerap sinar ultraviolet dan melindungi kulit dari kerusakan.

Melanoma terjadi ketika sel-sel pigmen kulit berkembang secara tidak normal. Kondisi ini dimulai dari kulit luar tubuh dan bisa menyebar ke organ lain dalam tubuh. Kemunculan tahi lalat baru atau perubahan pada tahi lalat yang sudah ada biasanya menjadi pertanda umum atau gejala melanoma.

Hingga kini, belum diketahui kenapa hal ini terjadi. Sebagian orang yang beranggapan penyebab munculnya melanoma dikarenakan kulit yang terlalu sering terpapar sinar ultraviolet (UV) alami atau buatan. Tapi tidak semua orang yang sering terpapar UV akan menjadi penderita melanoma.

Beberapa faktor yang diketahui bisa meningkatkan kemungkinan terjangkit melanoma adalah memiliki banyak tahi lalat atau bintik di kulit, berkulit pucat dan mudah terbakar, memiliki anggota keluarga yang menderita melanoma. Melanoma yang tidak ditangani sesegera mungkin bisa merenggut nyawa.

3. Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit kulit berbahaya yang ditandai peradangan menahun. Gejala termasuk ruam memerah, kulit terkelupas, menebal, terasa kering, dan bersisik. Gangguan kulit ini juga terkadang disertai rasa gatal atau perih. Semua bagian tubuh bisa terserang gejala psoriasis. Namun, kondisi ini biasanya muncul pada lutut, punggung bagian bawah, siku, atau kulit kepala.

Penyakit ini diduga terkait dengan gangguan autoimun, yaitu sistem kekebalan tubuh yang keliru menyerang sel-sel kulit yang sehat. Psoriasis muncul ketika produksi sel-sel kulit tubuh terjadi secara berlebihan. Pada kondisi normal, tubuh akan memproduksi dan mengganti sel-sel kulit yang mati dalam beberapa minggu sekali. Sementara pengidap psoriasis akan mengalaminya dalam hitungan hari sehingga terjadi penumpukan sel kulit yang akhirnya membentuk penebalan.

Psoriasis eritrodermik dan pustular adalah tipe psoriasis yang paling parah saat plak menutupi sebagian besar permukaan tubuh. Keduanya berpotensi fatal karena membahayakan kemampuan tubuh untuk menangkal infeksi dan mengendalikan suhu tubuh. Meski dokter biasanya akan meresepkan steroid sistemik kortison untuk membersihkan psoriasis, tapi saat Anda berhenti menggunakannya Anda bisa mengembangkan reaksi mengerikan di mana tubuh Anda tertutup ruam merah bernanah dari ujung kepala sampai ujung kaki. Banyak dari pasien psoriasis tipe ini akan mengalami kontaminasi bakteri dalam darah mereka dan bisa mati dari sepsis (infeksi keracunan darah).

4. Eksim

Eksim atopik atau yang disebut juga dengan dermatitis atopik adalah kondisi di mana kulit menjadi kering, pecah-pecah, gatal, dan berwarna kemerahan. Eksim atopik merupakan jenis penyakit jangka panjang (kronis) dan gejalanya dapat membaik lalu kembali menjadi parah. Ini biasanya terjadi dua atau tiga kali dalam satu bulan.

Eksim atopik merupakan bentuk eksim yang paling umum terjadi. Eksim sendiri merupakan kondisi peradangan di kulit yang ditandai dengan adanya kulit kering dan berwarna kemerahan, sedangkan kata atopik mengacu pada orang-orang yang cenderung memiliki alergi tertentu. Penderita eksim atopik ini berisiko mengalami kondisi atopik lainnya, seperti asma dan hay fever.

Tags

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.